Peraturan Kontrak Kerja Karyawan Menurut Hukum Yang Berlaku

Peraturan Kontrak Kerja Karyawan Kontrak Menurut Hukum Yang Berlaku-Seorang pegawai tetap selama bertahun-tahun di sebuah perusahaan bukan satu-satunya cara untuk mencari nafkah atau pengalaman. Sistem kerja kontrak adalah solusi alternatif, biasanya dilakukan sambil menunggu diangkat sebagai pegawai tetap.
Peraturan Kontrak Kerja Karyawan Kontrak Menurut Hukum Yang Berlaku-Seorang pegawai tetap selama bertahun-tahun di sebuah perusahaan bukan satu-satunya cara untuk mencari nafkah atau pengalaman. Sistem kerja kontrak adalah solusi alternatif, biasanya dilakukan sambil menunggu diangkat sebagai pegawai tetap. Konsep ini tidak berarti tidak ada masalah dalam praktek, dari eksploitasi waktu kerja hingga pemutusan hubungan kerja secara sepihak. Kebingungan dan pelanggaran sebagian karena kurangnya sosialisasi dengan hak dan kewajiban pekerja kontrak peraturan terkait.  Menurut hukum di Indonesia, disebut sebagai karyawan kontrak sebagai karyawan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT). Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) adalahpejanjian yang dibuat sebagai kontrak kerja antara pemberi kerja dan yang dipekerjakan. Peraturan yang berkaitan dengan kontrak kerja diatur dalam Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.  Jenis pekerjaan  PWKT hanya berlaku untuk jenis pekerjaan tertentu, yaitu: 1. Pekerjaan yang sekali selesai atau bersifat sementara. 2. Penyelesaian pekerjaan yang diperkirakan dalam waktu yang tidak terlalu lama dan tidak lebih dari 3 (tiga) tahun. 3. Pekerjaan musiman. 4. Pekerjaan yang berhubungan dengan produk baru, kegiatan baru, atau produk tambahan yang masih dalam percobaan atau penjajakan.  Karyawan yang terikat PWKT tidak wajib lulus masa percobaan. Jika dikenakan pada masa percobaan, maka perjanjian tersebut batal dalam hukum.  Baca Juga : Cara meningkatkan kepercayaan diri di tempat kerja baru  Jangka waktu kontrak  perjanjian kontrak karyawan dapat diikat selama dua tahun dan dapat diperpanjang satu kali untuk jangka waktu maksimum satu tahun.  Pengusaha yang berniat untuk memperpanjang kerja perjanjian ditentukan dalam waktu selama tujuh hari sebelum perjanjian kerja waktu tertentu berakhir dan harus berkomunikasi niat ini secara tertulis kepada karyawan yang bersangkutan.  Pembaruan perjanjian kerja dapat diperpanjang sampai 30 hari setelah perjanjian kerja lama berakhir dan perjanjian pembaharuan hanya boleh dilakukan satu kali dan durasi maksimal dua tahun. Secara total, PKWT hanya dibuat untuk durasi maksimal tiga tahun.  Jika PKWT yang dilakukan melebihi waktu tiga tahun , maka di mata hukum, perjanjian kerja dianggap telah menjadi PKWTT dan karyawan dianggap sebagai karyawan tetap.  Baca juga :Tips Bagi Fresh Graduate Agar Diterima Kerja, Walaupun Tidak/Belum Punya/Memiliki Pengalaman Kerja  Kompensasi  karyawan kontrak dapat menikmati fasilitas, gaji, bonus, dan lainnya yang ditetapkan dalam perjanjian kerja yang disepakati bersama.  Untuk THR, Peraturan Menteri Tenaga Kerja No. 6/2016 tentang Tunjangan Hari Raya Keagamaan Bagi karyawan / pekerja di Perusahaan menetapkan bahwa karyawan kontrak dengan jangka minimal satu bulan mereka berhak untuk THR.  Jika perjanjian kerja telah berlangsung selama satu tahun, maka nominal THR sebesar satu bulan gaji. Sementara itu, jika kontrak kerja tidak sampai satu tahun, maka pekerja berhak untuk THR secara proporsional dengan perhitungan (Tenor(masa kerja) / 12 x Upah 1 bulan).  Pemutusan perjanjian kerja  Perjanjian kerja dianggap dihentikan jika: 1. Pekerja meninggal dunia 2. Masa perjanjian kerja berakhir 3. Adanya keputusan pengadilan dan / atau keputusan atau penentuan suatu lembaga penyelesaian sengketa perburuhan yang sudah memiliki kekuatan hukum tetap 4. Adanya keadaan atau peristiwa tertentu termasuk dalam perjanjian kerja, peraturan perusahaan atau perjanjian kerja bersama yang dapat menyebabkan pemutusan hubungan kerja.  Setelah perjanjian berakhir, karyawan kontrak tidak menerima pesangon. Jika salah satu pihak mengakhiri hubungan kerja sebelum jangka waktu yang ditetapkan dalam perjanjian, atau alasan untuk akhir hubungan kerja tidak termasuk dalam aturan di atas, pihak mengakhiri hubungan kerja diwajibkan membayar ganti rugi kepada pihak lainnya untuk upah karyawan sampai saat berakhirnya perjanjian kerja,
Konsep ini tidak berarti tidak ada masalah dalam praktek, dari eksploitasi waktu kerja hingga pemutusan hubungan kerja secara sepihak. Kebingungan dan pelanggaran sebagian karena kurangnya sosialisasi dengan hak dan kewajiban pekerja kontrak peraturan terkait.

Menurut hukum di Indonesia, disebut sebagai karyawan kontrak sebagai karyawan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT). Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) adalahpejanjian yang dibuat sebagai kontrak kerja antara pemberi kerja dan yang dipekerjakan. Peraturan yang berkaitan dengan kontrak kerja diatur dalam Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Nah buat kallian para pekerja wajib tahu nih apa saja yang terkandung dari peraturan ini.

Jenis pekerjaan

PWKT hanya berlaku untuk jenis pekerjaan tertentu, yaitu:
1. Pekerjaan yang sekali selesai atau bersifat sementara.
2. Penyelesaian pekerjaan yang diperkirakan dalam waktu yang tidak terlalu lama dan tidak lebih dari 3 (tiga) tahun.
3. Pekerjaan musiman.
4. Pekerjaan yang berhubungan dengan produk baru, kegiatan baru, atau produk tambahan yang masih dalam percobaan atau penjajakan.

Karyawan yang terikat PWKT tidak wajib lulus masa percobaan. Jika dikenakan pada masa percobaan, maka perjanjian tersebut batal dalam hukum.

Baca Juga : Cara meningkatkan kepercayaan diri di tempat kerja baru

Jangka waktu kontrak

perjanjian kontrak karyawan dapat diikat selama dua tahun dan dapat diperpanjang satu kali untuk jangka waktu maksimum satu tahun.

Pengusaha yang berniat untuk memperpanjang kerja perjanjian ditentukan dalam waktu selama tujuh hari sebelum perjanjian kerja waktu tertentu berakhir dan harus berkomunikasi niat ini secara tertulis kepada karyawan yang bersangkutan.

Pembaruan perjanjian kerja dapat diperpanjang sampai 30 hari setelah perjanjian kerja lama berakhir dan perjanjian pembaharuan hanya boleh dilakukan satu kali dan durasi maksimal dua tahun. Secara total, PKWT hanya dibuat untuk durasi maksimal tiga tahun.

Jika PKWT yang dilakukan melebihi waktu tiga tahun , maka di mata hukum, perjanjian kerja dianggap telah menjadi PKWTT dan karyawan dianggap sebagai karyawan tetap.

Baca juga :Tips Bagi Fresh Graduate Agar Diterima Kerja, Walaupun Tidak/Belum Punya/Memiliki Pengalaman Kerja

Kompensasi

karyawan kontrak dapat menikmati fasilitas, gaji, bonus, dan lainnya yang ditetapkan dalam perjanjian kerja yang disepakati bersama.

Untuk THR, Peraturan Menteri Tenaga Kerja No. 6/2016 tentang Tunjangan Hari Raya Keagamaan Bagi karyawan / pekerja di Perusahaan menetapkan bahwa karyawan kontrak dengan jangka minimal satu bulan mereka berhak untuk THR.

Jika perjanjian kerja telah berlangsung selama satu tahun, maka nominal THR sebesar satu bulan gaji. Sementara itu, jika kontrak kerja tidak sampai satu tahun, maka pekerja berhak untuk THR secara proporsional dengan perhitungan (Tenor(masa kerja) / 12 x Upah 1 bulan).

Pemutusan perjanjian kerja

Perjanjian kerja dianggap dihentikan jika:
1. Pekerja meninggal dunia
2. Masa perjanjian kerja berakhir
3. Adanya keputusan pengadilan dan / atau keputusan atau penentuan suatu lembaga penyelesaian sengketa perburuhan yang sudah memiliki kekuatan hukum tetap
4. Adanya keadaan atau peristiwa tertentu termasuk dalam perjanjian kerja, peraturan perusahaan atau perjanjian kerja bersama yang dapat menyebabkan pemutusan hubungan kerja.

Setelah perjanjian berakhir, karyawan kontrak tidak menerima pesangon. Jika salah satu pihak mengakhiri hubungan kerja, sebelum dari jangka waktu yang ditetapkan dalam perjanjian atau dengan alasan untuk akhir hubungan kerja tidak termasuk dalam aturan di atas, pihak mengakhiri hubungan kerja diwajibkan membayar ganti rugi kepada pihak lainnya untuk upah karyawan sampai saat berakhirnya perjanjian kerja,

0 komentar